Senin, 20 Oktober 2014

kenapa harus Teknik Industri?

Memang memerlukan pemikiran yang sangat lama dalam mempertimbangkan harus kemana setelah kita lulus dari SMA. Tak perlu di ingkari jika tiap orang ingin PTN. Siapa yang tak ingin masuk PTN favorit??? Ataupun sekolah kedinasan yang saat ini sangat banyak digadang oleh banyak orang. Namun kembali pada tiap orang yang memilihnya. Apa alasan saya memilih jurusan Teknik Industri Gunadarma??? Lolos SNMPTN di IPB, namun orang tua tidak merestui. Kemudian dicobalah SBMPTN dan alhamdulillah lolos namun orang tua kurang suka dengan jurusan yang saya ambil. STTD Bekasi, alhamdulillah seleksi tahap pertama lolos, namun tes kesemaptaan lah yang membuat saya gagal. Dan akhirnya mengikuti USMI IPB namun gagal. Karena semua PTN telah tutup saya akhirnya mendapat referensi dari tetangga untuk memilih Gunadarma. Saya tertarik untuk mencoba. Kenapa Teknik Industri?? Kakak saya sebenarnya menganjurkan untuk masuk Teknik Mesin namun saya enggan untuk memilihnya. Akhirnya saya memilih Teknik Industri dengan pertimbangan bahwa Indonesia di jaman sekarang ini lebih banyak membutuhkan engineers di bidang industri karena lebih dari 50% sektor di Indonesia adalah Perindustrian. Karena dirasa peluang kerja yang bagus, dan mungkin juga saya bisa menciptakan peluang kerja untuk orang lain melalui ilmu yang saya miliki. Teknik industri tidak hanya mempelajari keteknikan saja, namun dari beberapa ilmu. Seperti managemen, mesin, dll. dan harapan terbesar saya adalah, dapat menjadi engineers yang ahli dan dapat bekerja di luar negeri di negara yang perindustrian yang sangat maju.

softskill

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, yaitu tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya. Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal. Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya, kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain. Softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, ilmu tersebut akan digunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan pribadi yang berkualitas. Dari serangkaian banyak softskill, yang sudah benar-benar ada dalam diri saya antara lain 1. Percaya diri 2. Beretika 3. Kemampuan beradaptasi 4. Ramah 5. Sopan 6. Kreatif 7. Humoris Itulah beberapa softskill yang ada dalam diri saya, masih banyak lagi softskill yang perlu dimunculkan.

Cita-Cita Ku

Cita-citaku ingin menjadi dokter Cita-citaku ingin menjadi menteri Cita-citaku ingin menjadi presiden Cita-citaku ingin menjadi pengusaha besar Cita-citaku ingin menjadi desainer Itu adalah cita-citaku waktu kecil, namun seiring waktu berjalan semua itu terpatahkan. Dan berganti menjadi cita-cita yang lain. Jika dapat saya uraikan apa cita-cita saya, tentu membutuhkan banyak waktu dan memakan banyak tempat. Oke, sebenarnya dari SMP saya sudah memiliki banyak sekali cita-cita, bermacam-macam cita-cita saya tulis diatas kertas origami kemudian saya bentuk menjadi love dan saya gantung di langit-langit kamar. Kebiasaan itu masih saya lakukan sampai sekarang. Dan benar saja, satu persatu cita-citaku terwujud. Memiliki banyak cita-cita bukanlah sebuah kesalahan,semua akan menjadi nyata jika kita berusaha keras untuk mendapatkannya. Ada yang melalui proses lama, dan ada juga yang memang hadiah dari Tuhan. Cita-cita jangka pendek ku adalah, dapat menjadi pengarang novel yang terkenal. menjadi pengusaha aksesoris karena aku sendiri hobi membuat sesuatu untuk dipakai. Menjadi pelukis handal, karena Tuhan menganugrahiku kemampuan melukis. Lulus sarjana dengan IP >3,5. Kemudian cita-cita jangka panjangku, ingin membuka peluang bisnis dengan menciptakan lapangan kerja. Menjadi pembisnis dibidang properti. Menjadi penulis hebat. Ingin membuka toko souvenir di Tawangmangu (surakarta). Menjadi pengusaha sparepart mobil. Mempunyai butik khusus muslimah. Membangun pondok pesantren dengan madrasah didalamnya. Cita-cita ku sekarang, menjadi pemicu semangat belajar melalui berbagai hal, dari buku ataupun lingkungan sosial. Tetap optimis untuk mewujudkan cita-cita diatas.