Kamis, 08 Januari 2015
Penyebab Pengentalan Darah
Hati-hati untuk yang jarang minum air putih, perokok, dan juga penggemar makanan instan atau junkfood! Saat ini makin banyak ditemukan penyakit darah kental yang tentu saja sangat membahayakan kesehatan.
Penyakit Pengentalan Darah dalam bahasa medis dikenal sebagai Antiphospholipid Syndromes (APS) atau juga populer dengan nama Hughes Syndromes merupakan kelainan pada sistem imun (kekebalan tubuh), di mana sistem ini tidak mengenali sel tubuh sendiri sehingga malah merusak sel-sel tubuh (autoimun).
Karena penyebabnya adalah kelainan sistem imun, maka penyakit ini bisa mengenai siapa saja
termasuk bayi dan anak-anak, meskipun biasanya terjadi pada orang dewasa usia 18-40 tahun.
Kejadian penyakit ini 5 kali lebih banyak didapati pada wanita dibanding pria.
Berikut beberapa penyebab penyakit Darah Kental yang perlu kita waspadai:
1. Kurang minum air putih
Air merupakan komponen yang terbesar dalam tubuh kita, 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80 persen di mana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu Otak dan Darah. Otak memiliki komponen air sebanyak 90 persen, sementara darah memiliki komponen air 95 persen.
Namun tanpa kita sadari bahwa kita menyepelakan dan malas mengkonsumsi air putih. Banyak yang lebih memilih minuman berwarna, seperti the, kopi, soda, sirup, sehingga lupa bahwa tubuh kita memerlukan air putih dalam jumlah signifikan.
Air mineral juga merupakan zat gizi penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit. sebaiknya kita harus mengkonsumsi air mineral lebih dari 2 liter perhari (6-8 gelas). Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh, misalnya air seni, keringat, pernapasan dan sekresi.
Perempuan bahkan harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki-laki. Banyak minum air akan membantu bakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.
Coba bayangkan apa jadinya bila kita minum kurang dari 2 liter air putih perhari? Jawabnya yaitu, tubuh akan menyeimbangkan diri.
Tubuh akan “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri. Dimulai dari komponen yang paling dekat, darah. Lantaran air dalam darah disedot untuk keperluan tubuh, maka darah akan menjadi kental sehingga perjalanannya ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar.
2. Kolesterol Tinggi & Asap Rokok
Darah menjadi kental karena kekurangan cairan darah atau trombosit (zat yang berperan dalam pembekuan darah) sehingga mudah lekat satu sama lain. Bila seseorang memiliki kolesterol tinggi atau punya kebiasaan merokok, darah yang sudah kental semakin susah mengalir.
Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit. Adapun asap rokok akan merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam (endotel).
Endotel ini turut mengaktifkan sistem pembekuan darah. Apabila endotel rusak, trombosit akan mudah melekat satu sama lain. Hambatan-hambatan dalam pembuluh darah ini dikenal sebagai trombosis.
Trombosis bisa terjadi di seluruh pembuluh darah. Karena itu, dampaknya tergantung dari bagian pembuluh darah yang terhambat. Jika trombosis terjadi di pembuluh otak, akan terjadi stroke. Sementara itu, pada pembuluh jantung akan menyebabkan serangan jantung.
Nah, saat darah kental mengalir lewat pembuluh darah otak, perjalanannya juga akan terhambat. Darah yang terhambat perjalanannya dapat mengalami pembekuan, sehingga suplai darah dan nutrisi untuk sel-sel otak dapat terganggu, karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Bila keadaan ini berlangsung lama dapat menyebabkan kematian sel-sel otak sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Manifestasi yang terjadi adalah kondisi Stroke !
Meski tidak ada obat untuk menyembuhkannya secara total karena penyebabnya autoimun, penyakit ini sangat bisa dikontrol dengan memberi agen pengencer darah. Orang yang terkena Penyakit Pengentalan Darah pun bisa hidup normal. Namun harus diingat untuk tetap berolahraga teratur sesuai kemampuan dan tidak merokok.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar