Kuliah adalah
proses pembelajaran tingkat lanjut di mana seseorang telah menentukan pilihan
jurusan. Biasanya dalam pemilihan jurusan dilakukan berbagai pertimbangan,
salah satunya minat dan bakat. Untuk memulai kuliah, pengorbanannya tidak
sedikit. Mulai dari menghabiskan banyak waktu, biaya, tenaga, dll. Tentu, di
balik suatu impian yang ingin kita capai melalui kuliah, ada harga yang harus
dibayar.Awal perjalanan memang akan terasa sangat menyenangkan, banyak
pengalaman baru dan teman baru yg dirasakan. Tapi, lama kelamaan kita akan tiba
masanya kita akan jenuh.
Saat kuliah kita
mendapat ilmu,mendapat nilai, mendapat wawasan, mendapat banyak teman dengan
chanel yang sangat luas, memiliki pengalaman berorganisasi dan lain-lain. Setelah
skripsi tentunya akan menghadapi sebuah pilihan antaraidealis dan ketatnya
persaingan di dunia kerja. Tindakan pertama yang perlu diambil adalah
menentukan mindset dari sekarang..
Bagi sebagian
wanita masa kini terutama yang hidup di kota dengan gaya hidup tinggi, kebanyakan
dari mereka berfikir mengenai kenyamanan hidup yang instan dengan suatu pikiran
yaitu bagaimana mendapatkan suami yang mapan agar hidup mereka menjadi nyaman
tanpa perlu bekerja keras. Hanya mengurusi rumah tangga, berbelanja dan
mengikuti kegiatan sosialita. Thats not good girls, its bad choice for your
life.
Bagi saya hidup
di kota besar menjadikan cambukan agar hidup saya menjadi lebih baik. Persaingan
yang begitu ketat memacu otak untuk terus berfikir, membuat draft list yang
harus saya hadapi. Berbagai draftlist yang sudah dipersiapkan harus dilakukan,
tidak hanya sekedar buah pemikiran saja. Sebelumnya yang sudah dipersiapkan
dari dulu sekali adalah doa, setiap hari setiap saat setiap waktu doa tersebut
selalu diulang-ulang agar mendapatkan ridho, kelancaran, kemudahan dan barokah
dari Allah SWT.
Lulus
kuliah menjadi sarjana, yang saya inginkan adalah bekerja di dunia otomotif
maupun pertambangan. Memang benar ilmu saya yang hanya sekelar sarjana masih
kurang untuk diterapkan dalam dunia industri, namun tekat saya adalah
mendapatkan penghasilan sendiri untuk meneruskan ke jenjang magister. Dunia
pertambangan menjadi pilihan karena kerasnya bekerja di pertambangan dapat
menjadi parameter seberapa kuat fisik dan otak bekerja. Jauh dari sanak saudara
dan hanya bertemu beberapa bulan sekali. Hal tersebut dapat memicu timbulnya tekat
untuk menciptakan karya mandiri, yaitu berwira usaha.
Selanjutnya
yang saya cari adalah beasiswa magister. Beasiswa membantu meringankan biaya
kuliah, walaupun hanya sebagian namun besar harapan untuk mendapat full
beasiswa. Bidikan saya adalah beasiswa kuliah di luar negeri. Mengapa memilih
di luar negeri? Apa di negara sendiri tidak ada universitas yang bagus? Pilihan
kuliah di luar negeri adalah karena dengan hidup di luar kandang, akan semakin
menambah wawasan nyata, jika hanya di dalam negeri sendiri dirasa kurang dapat
berkembang dengan maksimal. Bagaimana hidup, bagaimana dunia luar, bagaimana
beradaptasi dengan dunia yang berbeda dengan dunia nyaman kita, bagaimana
mendapatkan fresh idea dari orang luar yang notabennya bukan serumpun dengan
kita. Tak hanya itu, saya juga ingin memperoleh (mencuri) ilmu tentang kiat
kerja keras mereka untuk hidup, trik-trik mereka dalam berwira usaha.
Mendapatkan
gelar magister, selanjutnya kembali ke kampung halaman menunggu jodoh hidup
impian. Tak menyia-nyiakan waktu dengan menunggu pujaan hati datang, tanpa
buang waktu dengan menarik nafas membuat usaha yang memang peluangnya sangat
besar di daerah tempat tinggal saya, yaitu daerah wisata alam dan budaya. Pusat
oleh-oleh panganan khas daerah, dan mendirikan sanggar kesenian agar wisata
lokal makin hidup. Melihat masih begitu banyaknya masyarakat desa sekitar
tempat tinggal yang hanya bekerja panggilan atau hanya sebagai ibu rumah tangga
biasa. Harapan saya adalah dapat menyerap tenaga kerja disekitar tempat
tinggal, dengan begitu akan menambah penghasilan keluarga dari para pekerja. Tidak
berhenti disitu, dengan gelar magister saya ingin menjadi dosen di universitas
sekitar tempat tinggal. Merasa bahwa memang darah seorang pengajar mengalir di
tubuh saya. Membagi ilmu tidak mengurangi ilmu yang di dapat namun makin
menambah ilmu tersebut.
Selanjutnya
yang ingin saya lakukan adalah mengembangkan pondok pesantren yang ada di
sekitar tempat saya tinggal. Membangun RA, MI, MTsN, dan MA. Saya ingin
memajukan pendidikan di dalamnya. Tidak hanya pendidikan mengenai agama, saya
ingin membagi ilmu pengetahuan dan mengajarkan beberapa ketrampilan kepada para
santri. Saya juga ingin membantu mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi dengan mendirikan yayasan sosial. Apa tidak capek
dengan ini semua, apa nggak takut rugi sudah lama bekerja dan menghasilkan uang
tapi uangnya buat majuin pesantren? Tidak, karena jariah agama akan selalu
mengalir dan terus mengalir. Dibukakannya pintu rejeki, kalaulah dunia belum
dapat insya’allah akhiratnya dapat. Tidak lupa saya ingin menunaikan ibadah
haji dengan suami, ayah dan saudara saya. Selanjutnya ibadah umroh, dan saya
berharap mendapatkan banyak rejeki agar dapat menghajikan orang lain. Amiiiiin.
Belum
merasa puas dengan itu semua, draftlist selanjutnya adalah membuat toko yang di
dalamnya menjual perlengkapan muslim yang syar’i. Bukan hanya toko perlengkapan
muslim biasa, namun didalamnya juga ada beberapa penjahit yang bekerja. Merasa prihatin
dengan kondisi sekarang yang mereka para muslim salah menerapkan konsep
berpakaian yang tidak sesuai syar’i, karena memang saya akui dan saya rasakan
sendiri. Sulit mendapatkan pakaian yang syar’i yang tertutup yang tidak tipis
dan lain-lain. Bukan hanya susah didapat, namun harga jualnya juga lumayan
tinggi atau bisa dikatakan mahal. Pakaian adalah cermin pribadi dari
pemakainya. Jadi harapan saya adalah dapat menjual perlengkapan muslim sesuai
syariat agama islam dengan harga terjangkau. Agar setiap muslim dapat
berpakaian selayaknya muslim. Bukan muslim yang muslim-musliman alias modelnya
lagi hijab begini-begini, lagi musim ini itu yang semrawut tidak jelas.
Melebarkan karir
di dunia furniture adalah keinginan saya selanjutnya. Bakat saya memang
menciptakan suatu barang yang unik, klasik dan indah. Furniture dibutuhkan
setiap rumah tangga, perusahaan maupun instansi-instansi dan tempat bisnis. Saya
ingin membuat dengan konsep natural industry. Dengan mempekerjakan
karyawankaryawan sekitar, dengan pelatihan setiap 3bulan agar produk yang
dihasilkan memiliki kualitas baik.
Terakhir
yang ingin saya buat adalah tempat makan tradisional. Memanfaatkan alam yang tersedia
dan daerah pariwisata yang letaknya di
perbatasan provinsi dengan dilaui jalur provinsi yang pastinya ramai kendaraan
berlalu-lalang. Dengan konsep culture n nature saya berharap rumah makan ini
dapat menarik minat pelanggan untuk mampir ke tempat saya. Menu andalan ayam
panggang ingkung simbah menjadi andalan rumah makan saya, dengan beberapa menu
lain dan yang tidak kalah untuk dicoba adalah sambel simbok. Dilengkapi dengan
saung dan fasilitas bermain untuk anak-anak. Rumah makan saya cukup menjadikan
acara makan keluarga lebih bermakna.
Beberapa uraian
diatas adalah hal yang ingin saya lakukan setelah selesai kuliah. Meraih sukses
ibarat menapaki anak tangga. Suskses memerlukan perjuangan, bertahap dan
kesabaran. Untuk itulah harus memiliki motivasi yang tinggi untuk bisa meraih
suskses. Sukses bukan untuk orang yang loyo, yang malas, atau biasa
menunda-nunda pekerjaan. Terus bekerja, bekerja dengan determinasi yang tinggi,
tidak berhenti sampai tujuan tercapai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar