Senin, 20 April 2015

River of Life

Kuliah adalah proses pembelajaran tingkat lanjut di mana seseorang telah menentukan pilihan jurusan. Biasanya dalam pemilihan jurusan dilakukan berbagai pertimbangan, salah satunya minat dan bakat. Untuk memulai kuliah, pengorbanannya tidak sedikit. Mulai dari menghabiskan banyak waktu, biaya, tenaga, dll. Tentu, di balik suatu impian yang ingin kita capai melalui kuliah, ada harga yang harus dibayar.Awal perjalanan memang akan terasa sangat menyenangkan, banyak pengalaman baru dan teman baru yg dirasakan. Tapi, lama kelamaan kita akan tiba masanya kita akan jenuh.
Saat kuliah kita mendapat ilmu,mendapat nilai, mendapat wawasan, mendapat banyak teman dengan chanel yang sangat luas, memiliki pengalaman berorganisasi dan lain-lain. Setelah skripsi tentunya akan menghadapi sebuah pilihan antaraidealis dan ketatnya persaingan di dunia kerja. Tindakan pertama yang perlu diambil adalah menentukan mindset dari sekarang..
Bagi sebagian wanita masa kini terutama yang hidup di kota dengan gaya hidup tinggi, kebanyakan dari mereka berfikir mengenai kenyamanan hidup yang instan dengan suatu pikiran yaitu bagaimana mendapatkan suami yang mapan agar hidup mereka menjadi nyaman tanpa perlu bekerja keras. Hanya mengurusi rumah tangga, berbelanja dan mengikuti kegiatan sosialita. Thats not good girls, its bad choice for your life.
Bagi saya hidup di kota besar menjadikan cambukan agar hidup saya menjadi lebih baik. Persaingan yang begitu ketat memacu otak untuk terus berfikir, membuat draft list yang harus saya hadapi. Berbagai draftlist yang sudah dipersiapkan harus dilakukan, tidak hanya sekedar buah pemikiran saja. Sebelumnya yang sudah dipersiapkan dari dulu sekali adalah doa, setiap hari setiap saat setiap waktu doa tersebut selalu diulang-ulang agar mendapatkan ridho, kelancaran, kemudahan dan barokah dari Allah SWT.






Lulus kuliah menjadi sarjana, yang saya inginkan adalah bekerja di dunia otomotif maupun pertambangan. Memang benar ilmu saya yang hanya sekelar sarjana masih kurang untuk diterapkan dalam dunia industri, namun tekat saya adalah mendapatkan penghasilan sendiri untuk meneruskan ke jenjang magister. Dunia pertambangan menjadi pilihan karena kerasnya bekerja di pertambangan dapat menjadi parameter seberapa kuat fisik dan otak bekerja. Jauh dari sanak saudara dan hanya bertemu beberapa bulan sekali. Hal tersebut dapat memicu timbulnya tekat untuk menciptakan karya mandiri, yaitu berwira usaha.
Selanjutnya yang saya cari adalah beasiswa magister. Beasiswa membantu meringankan biaya kuliah, walaupun hanya sebagian namun besar harapan untuk mendapat full beasiswa. Bidikan saya adalah beasiswa kuliah di luar negeri. Mengapa memilih di luar negeri? Apa di negara sendiri tidak ada universitas yang bagus? Pilihan kuliah di luar negeri adalah karena dengan hidup di luar kandang, akan semakin menambah wawasan nyata, jika hanya di dalam negeri sendiri dirasa kurang dapat berkembang dengan maksimal. Bagaimana hidup, bagaimana dunia luar, bagaimana beradaptasi dengan dunia yang berbeda dengan dunia nyaman kita, bagaimana mendapatkan fresh idea dari orang luar yang notabennya bukan serumpun dengan kita. Tak hanya itu, saya juga ingin memperoleh (mencuri) ilmu tentang kiat kerja keras mereka untuk hidup, trik-trik mereka dalam berwira usaha.
Mendapatkan gelar magister, selanjutnya kembali ke kampung halaman menunggu jodoh hidup impian. Tak menyia-nyiakan waktu dengan menunggu pujaan hati datang, tanpa buang waktu dengan menarik nafas membuat usaha yang memang peluangnya sangat besar di daerah tempat tinggal saya, yaitu daerah wisata alam dan budaya. Pusat oleh-oleh panganan khas daerah, dan mendirikan sanggar kesenian agar wisata lokal makin hidup. Melihat masih begitu banyaknya masyarakat desa sekitar tempat tinggal yang hanya bekerja panggilan atau hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Harapan saya adalah dapat menyerap tenaga kerja disekitar tempat tinggal, dengan begitu akan menambah penghasilan keluarga dari para pekerja. Tidak berhenti disitu, dengan gelar magister saya ingin menjadi dosen di universitas sekitar tempat tinggal. Merasa bahwa memang darah seorang pengajar mengalir di tubuh saya. Membagi ilmu tidak mengurangi ilmu yang di dapat namun makin menambah ilmu tersebut.
Selanjutnya yang ingin saya lakukan adalah mengembangkan pondok pesantren yang ada di sekitar tempat saya tinggal. Membangun RA, MI, MTsN, dan MA. Saya ingin memajukan pendidikan di dalamnya. Tidak hanya pendidikan mengenai agama, saya ingin membagi ilmu pengetahuan dan mengajarkan beberapa ketrampilan kepada para santri. Saya juga ingin membantu mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan mendirikan yayasan sosial. Apa tidak capek dengan ini semua, apa nggak takut rugi sudah lama bekerja dan menghasilkan uang tapi uangnya buat majuin pesantren? Tidak, karena jariah agama akan selalu mengalir dan terus mengalir. Dibukakannya pintu rejeki, kalaulah dunia belum dapat insya’allah akhiratnya dapat. Tidak lupa saya ingin menunaikan ibadah haji dengan suami, ayah dan saudara saya. Selanjutnya ibadah umroh, dan saya berharap mendapatkan banyak rejeki agar dapat menghajikan orang lain. Amiiiiin.
Belum merasa puas dengan itu semua, draftlist selanjutnya adalah membuat toko yang di dalamnya menjual perlengkapan muslim yang syar’i. Bukan hanya toko perlengkapan muslim biasa, namun didalamnya juga ada beberapa penjahit yang bekerja. Merasa prihatin dengan kondisi sekarang yang mereka para muslim salah menerapkan konsep berpakaian yang tidak sesuai syar’i, karena memang saya akui dan saya rasakan sendiri. Sulit mendapatkan pakaian yang syar’i yang tertutup yang tidak tipis dan lain-lain. Bukan hanya susah didapat, namun harga jualnya juga lumayan tinggi atau bisa dikatakan mahal. Pakaian adalah cermin pribadi dari pemakainya. Jadi harapan saya adalah dapat menjual perlengkapan muslim sesuai syariat agama islam dengan harga terjangkau. Agar setiap muslim dapat berpakaian selayaknya muslim. Bukan muslim yang muslim-musliman alias modelnya lagi hijab begini-begini, lagi musim ini itu yang semrawut tidak jelas.
Melebarkan karir di dunia furniture adalah keinginan saya selanjutnya. Bakat saya memang menciptakan suatu barang yang unik, klasik dan indah. Furniture dibutuhkan setiap rumah tangga, perusahaan maupun instansi-instansi dan tempat bisnis. Saya ingin membuat dengan konsep natural industry. Dengan mempekerjakan karyawankaryawan sekitar, dengan pelatihan setiap 3bulan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik.
Terakhir yang ingin saya buat adalah tempat makan tradisional. Memanfaatkan alam yang tersedia dan daerah pariwisata yang letaknya  di perbatasan provinsi dengan dilaui jalur provinsi yang pastinya ramai kendaraan berlalu-lalang. Dengan konsep culture n nature saya berharap rumah makan ini dapat menarik minat pelanggan untuk mampir ke tempat saya. Menu andalan ayam panggang ingkung simbah menjadi andalan rumah makan saya, dengan beberapa menu lain dan yang tidak kalah untuk dicoba adalah sambel simbok. Dilengkapi dengan saung dan fasilitas bermain untuk anak-anak. Rumah makan saya cukup menjadikan acara makan keluarga lebih bermakna.

Beberapa uraian diatas adalah hal yang ingin saya lakukan setelah selesai kuliah. Meraih sukses ibarat menapaki anak tangga. Suskses memerlukan perjuangan, bertahap dan kesabaran. Untuk itulah harus memiliki motivasi yang tinggi untuk bisa meraih suskses. Sukses bukan untuk orang yang loyo, yang malas, atau biasa menunda-nunda pekerjaan. Terus bekerja, bekerja dengan determinasi yang tinggi, tidak berhenti sampai tujuan tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar