(Tema : Pemuda dan Sosialisasi)
Tingkat pengangguran di kalangan pemuda Indonesia sangat memprihatinkan. Dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk angka Pengangguran Kelompok Usia Produktif ini mencapai lebih dari 60,5 persen dari jumlah pemuda yang ada.
Tingkat pengangguran di kalangan pemuda Indonesia sangat memprihatinkan. Dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk angka Pengangguran Kelompok Usia Produktif ini mencapai lebih dari 60,5 persen dari jumlah pemuda yang ada.
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora RI), Drs. H. Sakhyan Asmara, M.Sp., dalam kegiatan
pelatihan kewirausahaan pemuda yang dilaksanakan di salah satu Hotel di
Kabupaten Cirebon pada hari Senin (11/05) kemarin, menjelaskan, menyikapi tingginya
angka pengangguran di kalangan pemuda, jika tidak segera dilakukan
langkah-langkah yang tepat, tentunya angka tersbeut akan terus mengalami
peningkatan dan akan menjadi sumber persoalan di masyarakat. Upaya pemerintah
meningkatkan jiwa kewirausahaan bagi pemuda dalam menciptakan lapangan kerja,
terus digalakkan. Salah satunya, melalui pelatihan kewirausahaan pemuda tahun
2015. “Pengembangan wirausaha, khususnya di kalangan wirausaha muda menjadi
prioritas utama untuk memperkokoh perekonomian bangsa. Untuk itu, Kemenpora RI
memberikan dukungan fasilitas kewirausahaan kepada Wirausaha Muda Pemula atau
WMP dan Sentra Kewirausahaan Pemuda atau SKP,” terangnya.
Selanjutnya, WMP adalah Pemuda Indonesia berusia 16 hingga 30
tahun yang baru memulai kegiatan usaha (start up), sementara Kelompok atau
Sentra Kewirausahaan Pemuda atau SKP adalah pusat kegiatan kepemudaan yang
dilakukan oleh dan untuk pemuda sebagai upaya mengembangkan potensi
keterampilan dan kemandirian pemuda.
“Untuk memfasilitasi akses permodalan bagi Wirausaha Muda
Pemula, pemerintah membentuk Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda atau LPKP
sebagai akses. Baik itu dalam dalam bentuk hibah, pinjaman lunak, dana bergulir
atau dalam bentuk permodalan lain. Pelatihan, sosialisasi dan pendidikan
kewirausahaan pemuda ini diharapkan bisa menyentuh dan menyadarkan semangat
wirausaha,” pungkasnya.
beberapa sumber lain juga menyebutkan tentang gencarnya pelatihan kewirausahaan di wilayah indonesia tengah. Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) Kaltim
menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan (perpu)
tentang kewirausahaan pemuda beserta implementasinya di ballroom Hotel Oaktree Bontang, Kamis (2/4) lalu.
Para pemuda
yang ikut sosialisasi itu antara usia 16 hingga 30 tahun. Jumlahnya 120 peserta terdiri 20 perwakilan Samarinda, 70 Bontang, dan 30 Kutai Timur (Kutim). Agenda dimulai pukul 08.00 Wita
hingga 17.00 Wita dengan mendatangkan narasumber dari Asisten Deputi (Asdep)
Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI Drs Ponijan MPd, Dispora Kaltim, serta Forum Wirausaha Pemuda
Nasional.
Sosialisasi ini dibuka Dwi Wahyuni, Kabid Kewirausahaan Pemuda dan Industri
Olahraga Dispora Kaltim. Dia mengatakan, pengembangan kewirausahaan pemuda diharapkan akan meningkatkan stabilitas
makro. Pasalnya,menggunakan bahan baku lokal dan tenaga kerja yang relatif banyak alias padat karya.
“Sektor UMKM diharapkan menjadi tumpuan pengembangan perekonomian rakyat
dan menjadi harapan bagi para pemuda yang masih menganggur,”katanya.
Dengan diadakannya sosialisasi Perpu Kewirausahaan Pemuda, dapat merubah pola pikir menjadi
pemuda yang berakhlak mulia, sehat, tangguh, cerdas, mandiri, dan profesional. Sehingga, diharapkan dapat mengurangi
pengangguran di kalangan pemuda melalui aktivitas ekonomi produktif.
“Saya menyambut baik dengan diadakanya sosialisasi semacam ini. Karena, banyak manfaat yang diharapkan agar
para pemuda ini nantinya dapat menjadi wirausahawan baru. Sehingga, dapat mengembangkan usahanya melalui
kelompok wirausaha pemuda, dan semakin
terbukanya lapangan usaha tidak hanya bagi para pemuda. Melainkan juga bagi masyarakat,” katanya.
Senada diungkapkan Bambang Cipto Mulyono, Kadispora Bontang. Dia mengucapkan terima kasih dan
menyambut baik atas pemilihan Bontang untuk menyelenggarakan sosialisasi ini. Dia berharap kegiatan serupa dapat
dilaksanakan kembali. Pasalnya, pemuda merupakan aset pengembangan
pembangunan ke depan.
Menurutnya, jika para pemuda tidak diberikan
wawasan dan pemahaman yang baik, maka akan menjadi masalah. “Kegiatan ini
merupakan wujud untuk meningkatkan kualitas pemuda menjadi pemuda yang
inovatif, kreatif,dan bertanggung jawab,”
ungkapnya.
Sementara Tri Ratna Ningthias, Kasi Kelembagaan dan Kewirausahaan
Dispora Kaltim menuturkan, peserta jugamendapatkan materi Undang-undang
(UU) Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, kebijakan nasional dalam
pengembangan kewirausahaan pemuda, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, hingga succes story.
dapat disimpulkan bahwa pemerintah tak henti-hentinya terus berupaya untuk menyuluh seluruh pemudanya agar berpikir keritis untuk menciptakan usaha mulai dari UKM di daerah ataupun berinvestasi dengan menanam saham.
Daftar Pustaka
"kewirausahaan".8 Oktober2015. Radarcirebon.com
"kewirausahaan". 8 Oktober 2015. http://www.bontangpost.co.id/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar