Selasa, 29 Desember 2015

Kolong Jembatan dan Kolong Merat

                                        (Tema: Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat)

Dalam kehidupan ini ada yang namanya perbedaan yang saling berbanding terbalik. Itu semua mengacu pada kebaikan/keburukan. Tapi tidak selalu berbanding terbalik ada juga yang mengacu pada keburukan/keburukan dan kebaikan/kebaikan. Bisa dikatakan beda tapi sama.
Dalam kehidupan suatu masyarakat pasti ada suatu perbedaan. Perbedaan yang banyak dan sulit untuk kita terjemahkan. Perbedaan yang mencolok atau pun perbedaan yang tidak kita sadari. Perbedaan dari jenis apapun, mungkin ras/suku, agama/kepercayaan, politik, keluarga, jenjang social dan mungkin sampai ke hal kekayaan.
Kejadian seperti ini banyak kita jumpai di semua tempat di desa atau di perkotaan. Mungkin perbedaan mencolok yaitu antara desa dan perkotaan diantaranya adalah jenjang social dan kekayaan dan masih banyak lagi perbandingan yang ada.
Hal yang paling mencolok yaitu tentang kekayaan tau harta benda yang mereka miliki saat ini. Banyak ditemukan di perkotaan yang besar terdapat perbedaan yang mencolok antar orang kaya dan orang miskin. Begitu nyata dan begitu mudah kita liat mungkin saja kita liat setiap waktu.
Terkadang orang miskin yang berada di sebuah kota besar sebagian ada yang hidup di kolong jembatan. Mungkin itu hal yang membuat sebagian kita merasa risih dengan orang kolong jembatan dan ada juga yang merasa iba melihat mereka yang hidup dibawah kolong jembatan. Tetapi berbanding terbalik dengan para kolong merat yang hidup dengan penuh kemewahan dan berada di gedung-gedung tinggi di kota. Mereka hidup dengan uang atau harta benda yang mereka miliki karena jerih payah mereka bekerja keras unutk memenuhi kebutuhan mereka.
Perbedaan yang mencolok tersebut membuat terjadinya kesenjangan social dan pelapisan masyarakat sesuai dengan kasta atau harta yang mereka miliki. Orang dengan kasta rendah atau orang kolong jembatan dianggap sebagai penyakit bagi sebagian orang karena menyusahkan orang yang beranggapan begitu, tapi ada yang beranggapan orang kolong jembatan itu orang yang kurang beruntung mengadu nasib di kota besar dan harus kita tolong. Untuk orang kolong merat yang sudah berkehidupan lebih dari cukup dan bertempat tinggal di gedung-gedung bertingkat mereka merasa bebas hidup di kota dan bisa mengikuti trend jaman sekarang. Ada yang beranggapan tidak semua kolong merat mempunyai harta yang halal sebagian orang beranggapan kalau mereka bermain dengan uang yang haram. Tapi ada dari bagian kolong merat mereka memang bekerja dengan giat dan mendapatkan hasil yang lebih dari cukup untuk kehidupan mereka.
Perbedaan itu menimbulkan berbagai macam problema. Seperti langit dan bumi, mungkin itu persamaan kata yang bisa menggambarkan antara kolong jembatan dan kolong merat. Mereka hidup saling berdampingan tapi mereka seperti raja dan budak. Kadang mereka meremehkan kasta yang bawah dan ada yang menolong kasta bawah.  Sebetulya mereka bisa hidup berdampingan jika saling membantu dan saling tolong menolong. Tapi sebagian orang beranggapan jika kasta atas selalu menolong kasta bawah maka akan terjadi kebiasaan buruk bagi kasta bawah karena hanya akan menunggu pertolongan dari kasta atas. Kasta atas yang memang sudah punya sifat yang susah pasti akan tidak menolong karena mereka beranggapan harta yang mereka rais itu hasih kerja payah mereka selama ini. Dari hal tersebut akan memicu lg adanya pertentangan social antara kolong jembatan dan kolong merat karena mereka merasa direndahkan dan kolong merat merasa seperti diperas. Maka dari itu harus adanya suatu pembicaraan yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. Bukan dengan memberikan secara langsung harta yang mereka miliki untuk diberikan kepada mereka kaum bawah tapi memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan. Memberikan pertolongan secara tidak langsung tersebut maka akan menimbulkan keharmonisan antara kaum kolong jembatan dan kaum kolong merat.
Dalam kehidupan bermasyarakat di sebuah Negara semua yang hidup didalamnya adalah sama tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain, karena mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama.  Kita berhak untuk dilindungi dan berhak untuk berbicara / menyampaikan pendapat secara bebas, dan kewajiban kita mentaati hukum yang ada, dan masih banyak lagi hak dan kewajiban yang harus kita jalani.

Sebetulnya antara orang kolong jembatan dan orang kolong merat mempunyai derajat dan kedudukan yang sama. Dalam agama kedudukan merak adalah sama karena tidak ada perbedaan antara manusia satu dengan manusia yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar