(Tema: Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat)
Dalam kehidupan ini ada yang namanya perbedaan yang saling berbanding terbalik. Itu semua mengacu pada kebaikan/keburukan. Tapi tidak selalu berbanding terbalik ada juga yang mengacu pada keburukan/keburukan dan kebaikan/kebaikan. Bisa dikatakan beda tapi sama.
Dalam kehidupan ini ada yang namanya perbedaan yang saling berbanding terbalik. Itu semua mengacu pada kebaikan/keburukan. Tapi tidak selalu berbanding terbalik ada juga yang mengacu pada keburukan/keburukan dan kebaikan/kebaikan. Bisa dikatakan beda tapi sama.
Dalam kehidupan suatu masyarakat pasti ada suatu
perbedaan. Perbedaan yang banyak dan sulit untuk kita terjemahkan. Perbedaan
yang mencolok atau pun perbedaan yang tidak kita sadari. Perbedaan dari jenis
apapun, mungkin ras/suku, agama/kepercayaan, politik, keluarga, jenjang social
dan mungkin sampai ke hal kekayaan.
Kejadian seperti ini banyak kita jumpai di semua
tempat di desa atau di perkotaan. Mungkin perbedaan mencolok yaitu antara desa
dan perkotaan diantaranya adalah jenjang social dan kekayaan dan masih banyak
lagi perbandingan yang ada.
Hal yang paling mencolok yaitu tentang kekayaan
tau harta benda yang mereka miliki saat ini. Banyak ditemukan di perkotaan yang
besar terdapat perbedaan yang mencolok antar orang kaya dan orang miskin. Begitu
nyata dan begitu mudah kita liat mungkin saja kita liat setiap waktu.
Terkadang orang miskin yang berada di sebuah kota
besar sebagian ada yang hidup di kolong jembatan. Mungkin itu hal yang membuat
sebagian kita merasa risih dengan orang kolong jembatan dan ada juga yang
merasa iba melihat mereka yang hidup dibawah kolong jembatan. Tetapi berbanding terbalik dengan para kolong merat yang hidup dengan penuh kemewahan dan berada
di gedung-gedung tinggi di kota. Mereka hidup dengan uang atau harta benda yang
mereka miliki karena jerih payah mereka bekerja keras unutk memenuhi kebutuhan
mereka.
Perbedaan yang mencolok tersebut membuat
terjadinya kesenjangan social dan pelapisan masyarakat sesuai dengan kasta atau
harta yang mereka miliki. Orang dengan kasta rendah atau orang kolong jembatan
dianggap sebagai penyakit bagi sebagian orang karena menyusahkan orang yang
beranggapan begitu, tapi ada yang beranggapan orang kolong jembatan itu orang
yang kurang beruntung mengadu nasib di kota besar dan harus kita tolong. Untuk
orang kolong merat yang sudah berkehidupan lebih dari cukup dan bertempat
tinggal di gedung-gedung bertingkat mereka merasa bebas hidup di kota dan bisa
mengikuti trend jaman sekarang. Ada yang beranggapan tidak semua kolong merat
mempunyai harta yang halal sebagian orang beranggapan kalau mereka bermain
dengan uang yang haram. Tapi ada dari bagian kolong merat mereka memang bekerja
dengan giat dan mendapatkan hasil yang lebih dari cukup untuk kehidupan mereka.
Perbedaan itu menimbulkan
berbagai macam problema. Seperti langit dan bumi, mungkin itu persamaan kata
yang bisa menggambarkan antara kolong jembatan dan kolong merat. Mereka hidup
saling berdampingan tapi mereka seperti raja dan budak. Kadang mereka
meremehkan kasta yang bawah dan ada yang menolong kasta bawah. Sebetulya mereka bisa hidup berdampingan jika
saling membantu dan saling tolong menolong. Tapi sebagian orang beranggapan
jika kasta atas selalu menolong kasta bawah maka akan terjadi kebiasaan buruk
bagi kasta bawah karena hanya akan menunggu pertolongan dari kasta atas. Kasta
atas yang memang sudah punya sifat yang susah pasti akan tidak menolong karena
mereka beranggapan harta yang mereka rais itu hasih kerja payah mereka selama
ini. Dari hal tersebut akan memicu lg adanya pertentangan social antara kolong
jembatan dan kolong merat karena mereka merasa direndahkan dan kolong merat
merasa seperti diperas. Maka dari itu harus adanya suatu pembicaraan yang bisa
menyelesaikan masalah tersebut. Bukan dengan memberikan secara langsung harta
yang mereka miliki untuk diberikan kepada mereka kaum bawah tapi memberikan
lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan. Memberikan
pertolongan secara tidak langsung tersebut maka akan menimbulkan keharmonisan
antara kaum kolong jembatan dan kaum kolong merat.
Dalam kehidupan bermasyarakat di sebuah Negara semua
yang hidup didalamnya adalah sama tidak ada perbedaan antara satu dengan yang
lain, karena mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kita berhak untuk dilindungi dan berhak untuk
berbicara / menyampaikan pendapat secara bebas, dan kewajiban kita mentaati
hukum yang ada, dan masih banyak lagi hak dan kewajiban yang harus kita jalani.
Sebetulnya antara orang kolong jembatan dan orang
kolong merat mempunyai derajat dan kedudukan yang sama. Dalam agama kedudukan
merak adalah sama karena tidak ada perbedaan antara manusia satu dengan manusia
yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar